Kisi-Kisi Instrumen Penilaian Kreativitas dan Inovasi dalam Praktikum Kimia

        Kreativitas adalah seni membuat koneksi dan mengajarkan kita bahwa segala sesuatu di alam semesta terhubung. Dengan kata lain, kreativitas mengumpulkan ide-ide bersama dan menampilkannya dengan cara yang belum pernah ada. Salah satunya melihat sekeliling dan menjelajahi dunia di sekitar, semua yang dilihat dan didengar menjadi saling terkait sehingga dapat menciptakan sesuatu yang benar-benar baru. Kreativitas merupakan suatu konstruk yang multidimensional, terdiri dari berbagai dimensi yaitu dimensi kognitif (berpikir kreatif), dimensi afektif (sikap dan kepribadian) dan dimensi psikomotor (keterampilan kreatif). Masing-masing dimensi meliputi berbagai kategori, seperti dimensi kognitif dari kreativitas yaitu berpikir divergen yang mencakup antara lain, kelancaran, keluwesan, orisinal dalam berpikir, kemampuan untuk berpikir mendetail.

    Dalam studi-studi faktor analisis seputar ciri-ciri utama dari kreativitas, Guilford (1959) membedakan antara aptitide dan non-aptitude traits yang berhubungan dengan kreativitas. Ciri-ciri aptitude dari kreativitas (berpikir kreatif) meliputi kelancaran, kelenturan (fleksibilitas), orisinalitas, elaborasi yang dioperasionalisasikan dalam bentuk berpikir divergen. Namun pruduktivitas kreatif tidak sama dengan produktivitas divergen. Sejauh mana seseorang mampu menghasilkan prestasi kreatif ikut ditentukan oleh ciri-ciri non-aptitude atau afektif (Munandar, 2012:11). Menurut Davis (2012:259) ciri-ciri aptitude meliputi kelancaran, fleksibilitas, keaslian, dan elaborasi sedangkan ciri-ciri non-aptitude meliputi rasa ingin tahu,bersikap imajinatif, merasa tertantang oleh kemajemukan, sikap berani mengambil resiko.

Menurut Filsaime dalam Luthfiyah (2015) mengemukakan bahwa aspek berpikir kreatif adalah proses berpikir yang memiliki aspek berpikir kreatif seperti:
1. Berpikir kelancaran adalah kemampuan mengeluarkan ide atau gagasan yang benar sebanyak mungkin secara luas.
2. Berpikir keluwesan adalah kemampuan untuk mengeluarkan banyak ide atau gagasan yang beragam dan tidak monoton dengan melihat dari berbagai sudut pandang.
3. Berpikir originalitas adalah kemampuan untuk mengeluarkan ide atau gagasan yang unik atau tidak biasanya, misalnya yang berbeda dari yang ada di buku atau berbeda dari pendapat orang lain.
4. Berpikir elaborasi adalah kemampuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi dan menambah detail dari ide atau gagasannya sehingga lebih bernilai.

Link video praktikum:
https://www.youtube.com/watch?v=rPlrJzJ91sk


Permasalahan:
Berdasarkan kisi-kisi instrument penilaian diatas, dari indikator kemampuan berpikir kreatif faktor apakah yang paling mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa ? berikan penjelasan anda.

Komentar

  1. Saya akan mencoba menanggapi permasalahan anda, menurut saya semua indikator berpikir kritis akan mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa dikarenakan indikator berpikir kritis yang ada tersebut merupakan suatu kesatuan yang sama penting dan mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa. Adapun indikator berpikir kreatif siswa adalah sebagai berikut:
    a. Kepekaan (problem sensitivity)
    adalah kemampuan mendeteksi (mengenali dan memahami)
    serta menanggapi suatu pernyataan, situasi dan masalah.
    b. Kelancaran (fluency)
    adalah kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan.
    c. Keluwesan(flexibility)
    adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacammacam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah.
    d. Keaslian (originality)
    adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan
    cara-cara yang asli, tidak klise dan jarang diberikan
    kebanyakan orang.
    e. Elaborasi (elaboration)
    adalah kemampuan menambah situasi atau masalah
    sehingga menjadi lengkap, dan merincinya secara detail,
    yang di dalamnya dapat berupa table, grafik, gambar,
    model, dan kata-kata.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya ingin menambahkan beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa adalah waktu pemulaian pembelajaran yang tidak tepat waktu, siswa kesulitan merancang percobaan, penggunaan alat praktikum kurang efektif, dan penyampain hasil penelitian kurang efektif karena siswa ramai. Berikut beberapa faktor peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara lain guru memberikan dukungan kepada siswa sehingga siswa lebih terpacu untuk aktif, diperlukan dorongan dan dukurngan dari lingkungan yang berupa apresiasi, pemberian penghargaan, pujian, dan lain-lain

      Hapus
    2. saya setuju dengan pendapat intan dan rahmi, bahwa indikator Fluency, Flexibility, Originality, dan Elaboration dapat mempengaruhi peningkatan berpikir kreatif siswa .

      Hapus
  2. Menurut saya, ada beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan kemampuan berpikir kreatif antara lain inteligensi siswa, pengetahuan siswa, pola pikir, kepribadian, motivasi serta lingkungan sekitar.
    Fakotr-faktor tersebut sangat menunjang keberhasilan peningkatan berpikir kreatif siswa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya setuju dengan pendapat dari saudari Nurul. Selain itu, metode guru dalam mengajar juga mempengaruhi kreativitas siswa. Guru dapat memilih metode atau strategi pembelajaran yang dapat menunjang peningkatan berpikir kreatif siswa. Seperti menggunakan model pembelajaran inkuiri, dan lain sebagainya

      Hapus
  3. Menurut Alvino dalam Sumarmo mengemukakan bahwa ada empat
    komponen berpikir kreatif antara lain:9
    1) Self-efficacy yaitu kemampuan dan kemandirian dalam mengontrol
    diri; berani menghadapi masalah; optimis, percaya diri, masalah
    sebagai tantangan dan peluang.
    2) Luwes(flexibility) yaitu berempati, menghargai, menerima pendapat
    yang berbeda, bersikap terbuka, mantap/ toleran menghadapi
    ketidakpastian, memiliki rasa humor.
    3) Kemahirankepakaran yaitu bekerja secara eksak, teliti, tepat, dan
    tuntas, punya visi dan tujuan yang jelas, selalu melakukan pengujian
    terhadap kegiatan yang dilakukan.
    4) Kesadaran yaitu melakukan kegiatan secara sadar, berfikir
    metakognisi, memberikan alasan rasional terhadap kegiatan yang
    dilakukannya.
    5) Rasa ketergantungan yaitu saling memberi dan menerima,
    menunjukkan keterkaitan, konflik sebagai sesuatu yang berguna

    BalasHapus

Posting Komentar